Laboratorium resep merupakan salah satu fasilitas utama yang mendukung pembelajaran berbasis praktik simulasi pelayanan farmasi dan peracikan obat di sekolah. Fasilitas ini dilengkapi dengan peralatan dan instrumen berstandar pelayanan kefarmasian sehingga mampu memfasilitasi berbagai kegiatan praktikum, mulai dari skrining resep, perhitungan dosis, hingga peracikan berbagai bentuk sediaan obat (seperti pulvis/pulveres, salep, krim, kapsul, dan larutan).
Setiap unit meja kerja siswa (desk practical) dilengkapi dengan timbangan gram dan milligram yang presisi, alat-alat peracikan standar (mortir, stamper, pot obat, dan botol), serta perlengkapan pendukung lainnya. Hal ini memungkinkan siswa untuk menguasai Prosedur Operasional Standar (SOP) peracikan dan penyerahan obat secara langsung dan tepat. Selain itu, laboratorium ini juga didukung oleh area simulasikan ruang penyerahan obat (apotek) untuk latihan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada pasien.
Lingkungan laboratorium dirancang bersih, tertata rapi, dan kondusif, dengan pencahayaan yang optimal serta tata ruang ergonomis yang mendukung ketelitian kerja siswa. Guru atau instruktur dapat dengan mudah memantau dan mengawasi setiap tahapan peracikan obat yang dilakukan siswa secara cermat dan aman.
Laboratorium ini tidak hanya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sehari-hari, tetapi juga untuk pelatihan kompetensi, Uji Kompetensi Keahlian (UKK), serta simulasi pelayanan farmasi komunitas dan rumah sakit. Dengan adanya fasilitas ini, siswa dapat mengasah keterampilan teknis peracikan dan ketelitian ketatausahaan resep yang sangat dibutuhkan di era farmasi modern.
Sekolah berkomitmen untuk terus memperbarui sarana, peralatan, dan ketersediaan bahan praktikum agar selalu sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian dan kurikulum terbaru, sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang relevan dan siap diterjunkan ke dunia kerja.